JELANG IMLEK BUPATI SINTANG KELUARKAN EDARAN

48 views
banner 468x60)

Bupati Sintang  Jarot Winarno mengeluarkan Surat Edaran Nomor: 440/0479/KUMHAM/2021 tanggal 1 Februari 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Masyarakat pada saat Selama Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021/2572 Dalam Masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Sintang.

Surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2020 tentang peningkatan penegakan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan dalam pencegahan dan pengendalian covid-19. Ada juga Surat Edaran Gubernur Kalimantan Barat dalam Nomor 443.1/0111 Tahun 2021 mengandung tentang Pembatasan Hiburan-hiburan Kegiatan Masyarakat dan Pelarangan Sementara Perayaan Cap Go Meh untuk Pengendalian untuk mencegah Penyebarannya  Corona Virus Disease 2019 {COVID-19) disintang  Provinsi Kalimantan Barat. serta Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 13 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum.

Pada dasar hukum yang lain mendasari terbitnya Surat Edaran tersebut adalah Peraturan Bupati Sintang Nomor 38 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Pada Kondisi Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di Kabupaten Sintang serta Peraturan Bupati Sintang Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol demi Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 Di Kabupaten Sintang.

Surat edaran tersebut juga dikeluarkan dengan alasan yang meyakinkan dan memperhatikan masih tingginya kasus positif Covid-19 di wilayah Indonesia khususnya diProvinsi Kalimantan Barat dan Kabupaten Sintang, tingginya potensi kerumunan masyarakat selama menyambut/merayakan Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021, perlunya seluruh pihak untuk menjaga kesehatan, keamanan, kenyamanan, keselamatan, ketertiban bagi pribadi, dan umum.

“kegiatan didalam masyarakat selama Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021/2572 dalam masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Sintang, saya menghimbau bagi pengelola tempat ibadah dalam melaksanakan kegiatan Imlek dan Cap Go Meh untuk memperhatikan beberapa hal seperti melakukan sosialisasi, edukasi, dan penggunaan berbagai media informasi untuk memberikan pengertian dan pemahaman dalam mengenai pencegahan dan pengendalian Covid-19” terang Bupati Sintang

“memastikan para peserta ibadah untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker menjaga jarak pada saat melakukan ibadah. menyediakan sarana cuci tangan yang mudah diakses dan memenuhi standar atau menyediakan cairan pembersih tangan (hand sanitizer). mengatur jarak meja dan tempat duduk serta antrian paling sedikit 1 (satu) meter. pembersihan dan disinfeksi lingkungan serta area setempat ibadah secara berkala”

“Pemerintah Kabupaten Sintang mengucapkan Selamat Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh Tahun 2021/2572 kepada seluruh warga masyarakat yang merayakannya. Marilah kita laksanakan Perayaan Imlek dan Cap Go Meh dengan kesederhanaan tetapi dengan khidmat dan limpahan sukacita serta menerapkan protokol kesehatan, dan sambil terus berdoa bagi seluruh warga bangsa Indonesia agar terbebas dari pandemi Covid19”

Bupati Sintang juga mengingatkan setiap orang, organisasi sosial kemasyarakatan, pelaku usaha, pengelola/penyelenggara atau penanggung jawab tempat dan fasilitas umum yang melaksanakan aktivitas dalam menyambut Hari Raya Imlek dan Cap Go Meh untuk  wajib melaksanakan protokol kesehatan.

Bupati Sintang menerangkan dalam Surat Edaran tersebut ada 4 (empat) hal yang dilarang oleh Bupati Sintang yakni, Pertama, pawai, konvoi, arak-arakan dan sejenisnya seperti pawai naga, atraksi barongsai, tatung dan sebagainya.  Kedua, memasang atribut pada pohon pelindung yang ada di jalur hijau maupun taman yang bukan diperuntukan untuk itu. Ketiga, menggunakan petasan dan sejenisnya di tempat umum kecuali rumah ibadah dan rumah pribadi yang berkaitan dengan tradisi budaya/keagamaan dan Keempat menyediakan minuman keras. Demi keamanan, ketertibaan, dan kenyamanan bagi masyarakat setempat.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Syarief Yasser Arafat sebelumnya juga pernah menyampaikan  bahwa organisasi dan tokoh masyarakat masing-masing sepakati mendukung untuk tidak membuat kerumunan pada saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh yang akan dirayakan diKabupaten Sintang pada saat perayaannya nnti. Penegasan ini demi memutuskan penyebaran atau rantai virus corona (COVID-19) yang ada diTengah-tengah pada masa saat ini.seluruh masyarakat Tionghoa di Kota Sintang hanya akan melaksanakan ritual keagamaan di 3 klenteng. Sedangkan pawai naga, barongsai dan atraksi tatung ditiadakan. Soal lampion, masyarakat Tionghoa juga sudah memahami bahwa ada Peraturan Daerah Kabupaten Sintang Nomor 13 Tahun 2017 yang memang melarang atribut di fasilitas umum, pertamanan dan pohon pelindung”penyampaian terang Syarief Yasser Arafat”(AG)

banner 468x60)

Hiburan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply