Pemkab Sintang Komitmen Kembangkan Pembangunan Berkelanjutan

42 views
banner 468x60)

Geraisintang.com: Pemerintah Kabupaten Sintang berkomitmen untuk terus mengembangkan pembangunan berkelanjutan yang bekerjasama dengan pihak yang terkait, hal tersebut diungkapkan oleh Bupati Sintang, Jarot Winarno ketika beraudiensi dengan Supernova Ecosystem, dengan didampingi oleh Wakil Bupati Sintang, Sudiyanto dan para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (ODP) dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, pada Senin (21/6/2021) bertempat di Pendopo Bupati Sintang.

Dalam arahannya, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang sudah lama berkomitmen untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan.

“Dulu Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi mengusung rencana aksi percepatan pembangunan berkelanjutan, untuk Kabupaten Sintang dan beberapa Kabupaten lain sudah berinisiatif untuk membuatnya, hingga pada akhirnya orientasi kami dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yakni bisa menjaga kelestarian, berkewajiban menjaga keseimbangan antara kelestarian lingkungan, pertumbuhan ekonomi, dan penghormatan terhadap nilai historial termasuk kearifan lokal,” kata Jarot.

Seiring berjalan waktu, lanjut Jarot dalam Pemerintah Kabupaten Sintang memiliki banyak mitra kerja untuk mengembangkan pembangunan berkelanjutan di Sintang.

“Kita bergabung pada satu platform yakni Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL), dimana inisiatornya ialah Kabupaten Musi Banyuasin, Kabupaten Sintang, Kabupaten Siak, Kabupaten Sigi, dan sampai sekarang LTKL banyak membantu, memfasilitasi, mengadvokasi, dan mendampingi kita untuk memberikan kontribusi terhadap perubahan iklim, dan banyak juga mitra kerja yang masuk ke Sintang mulai dari perencanaan, hingga rekan-rekan yang punya inisiasi yang baik di Sintang,” lanjut Jarot.

Masih kata Jarot, bahwa saat ini Kabupaten Sintang masih mengandalkan tiga sektor komoditas yang ekstraktif.

“Di Sintang masih ada Karet, Sawit, Lada, ketiga komoditas tersebut masuk dalam kategori komoditas yang ekstraktif, yang mengeksploitasi Sumber Daya Alam yang luas, sehingga saat ini ketiga sektor komoditas itu menjadi koreksi bagi kami Pemerintah Daerah, dan kami sudah melakukan langkah-langkah untuk mengurangi kegiatan ekonomi ekstraktif tersebut , salah satunya membuat kebijakan dengan memberikan izin konsensi lahan sawit tidak lebih dari 200.000 hektar, biar lahan yang lainnya bisa digunakan untuk ekonomi kreatif,” kata Jarot.

Untuk di Sintang saat ini, Jarot mengungkapkan bahwa pelaku pengembangan ketiga komoditi yakni sawit, karet, lada sudah mulai ditinggalkan.

“Saat ini mulai berkembang menanam serai wangi, kopi, kakao, porang (iles-iles), holtikultira lainnya, sekarang kita fokus disitu, sehingga muncullah komiditas berkelanjutan, jadi inilah kita Sintang yang tetap berkomitmen dengan pembangunan yang berkelanjutan,” ungkapnya. (AG)

banner 468x60)

Pembangunan

Author: 
    author

    Related Post

    banner 468x60)

    Leave a reply